Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Hidup ini juga penuh dengan pilihan. Dan tidak memilih juga merupakan suatu pilihan. Hidup ini perlu dijalani dengan penuh rasa syukur. Karena dengan bersyukur, menumbuhkan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan batin.

Bila di review lagi perjalanan studiku, hampir tidak percaya saat ini diriku bisa kuliah di Hankuk University of Foreign Studies. SD, SMP, dan SMA ditempuh di kota tercinta tempat kelahiranku, Kota Bengkalis. Sebuah kota yang penuh kenangan dan memori indah yang tersimpan dalam lubuk hati. Kota dimana seluruh belaian kasih sayang mama dan papaku berikan untuk si bayi munggil yang lahir di bulan Agustus🙂

Setelah menyelesaikan studi di SMPN.1 Bengkalis, aku berencana untuk melanjutkan studi di SMU Plus Pekanbaru. Tapi mungkin belum waktunya berpetualang hidup sendiri, jauh dari keluarga. Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan studi di SMAN.1 Bengkalis. Penuh dengan warna-warni pengalaman di sekolah ini. hehehe….geli rasanya bila diingat-ingat senda gurau bersama teman-teman.

12 tahun di dunia pendidikan sudahpun berakhir. Selanjutnya menapaki studi ke jenjang perguruan tinggi. Sempat ikut tes masuk NTU, BiNus, Unpar, dan ikut tes SPMB. Selanjutnya aku mengambil keputusan untuk melanjutkan studi di Fisika ITB. Papa sangat senang dan terharu. Semuanya penuh rasa syukur karena aku diterima di ITB.

Di Bandung, aku banyak ketemu sama tokoh-tokoh yang luar biasa. Di sinilah aku banyak menambah wawasan dan pengalaman hidup. Sempat bertemu dengan
Shefu Badra Ruci, Bhante Chakra, Sayaley, dll. Bersyukur banget punya jodoh dengan Tzu Chi Bandung. Tzu Chi telah banyak merubah hidupku menjadi lebih baik. Belajar bersyukur, belajar saling mengasihi sesama manusia tanpa membeda-bedakan.
Istilah “Gan En” dengan beranjali (merangkapkan kedua tangan dan diletakkan di depan dada) lalu membungkukkan badan lebih kurang 90 derajat, merupakan suatu budaya tzu chi yang ku kagumi. Huiz….luar biasa. Karena kita bisa belajar untuk bersyukur, rendah hati/tidak sombong, dan penuh suka cita. Sangking terkagum-kagumnya aku dengan istilah “gan en”, ak bahkan menetapkan hari “gan en”dalam hidupku🙂. Di Tzu Chi pulalah aku bertemu dengan seorang kalyanamitta (sahabat sejati) yang luar biasa. Sebenarnya merupakan impianku sejak SD untuk memilliki seorang kalyanamitta. Seorang kalyanamitta menjadi suatu hal yang penting untuk bisa saling mendukung dalam kehidupan spiritual, dan lainnya.

Nah, sekarang kembali ke dunia studi lagi. Sebelum lulus S1 Fisika ITB, aku perlu membuat rencana2 setelah lulus nanti.
Ada beberapa opsi:
1. Lanjut studi S2 di ITB (ambil jalur fast track,lamar beasiswa voucher, cuma setahun S2 nya);
2. Lanjut studi S2 ITB lalu ikut seleksi beasiswa Sandwich buat penelitian ke Belanda;
3. Lanjut studi S2 Computational Science double degree (ITB dan Jepang) biar dapat 2 gelar sekaligus, dan dapat pengalaman kuliah di Jepang;
4. Lanjut S2 manajemen di PPM School of Management (uda lulus seleksi masuk dan beasiswa full);
5. Kerja,
6. Kuliah S2 di Korea,
7. Lamar beasiswa Monbukogakusho Jepang,
8. Lamar beasiswa ADS Australia,
9. Lamar beasiswa ke Taiwan.

Tapi ak mengambil keputusan untuk kuliah di Korea atas berbagai pertimbangan yang telah kupikirkan. Dan syukur banget, aku punya kesempatan yang baik ini. Hidup ini penuh dengan segala sesuatu yang perlu disyukuri setiap saat.