Apa yang di maksud dengan ” Kebaikan sejati dan Kebaikan Semu ” ?

Di masa Dinasti Yuan, sekelompok pelajar pergi memberi hormat kepada Guru Jung Feng di pegunungan Tianmu.
Mereka bertanya …..

Pelajar pertama : Ajaran agama Buddha sering membicarakan ganjaran karma untuk yang baik dan buruk, mengatakan ” karma itu seperti bayangan, mengikuti tubuh kita ke mana kita pergi.”

Narator : Ini menyatakan bahwa kebaikan akan selalu membawa imbalan dan kejahatan akan selalu mendapatkan hukuman.

Pelajar pertama : Lalu mengapa ada orang yang berbuat baik, tetapi keluarga dan keturunannya tidak makmur dan tidak sukses ?
Di lain pihak, ada orang jahat dan keji yang melakukan hal-hal yang tidak terpuji, tetapi keluarga dan keturunannya hidup dengan layak.
Kemanakah perginya hukum sebab akibat ? Apakah tidak ada standar dalam ajaran agama Buddha ?

Liao Fan : Guru Jung – Feng menjawab pertanyaan itu dengan berkata …..

Guru Jung-Feng : Orang awam dibutakan oleh pandangan-pandangan duniawi, sehingga mereka belum membersihkan pikiran pikiran mereka dari hal-hal yang kotor dan tidak mampu melihat dengan
persepsi yang benar. Karena itu, mereka menganggap kebaikan sejati sebagai perbuatan yang salah, dan keliru menganggap perbuatan yang salah sebagai kebaikan.
Hal ini sangat lazim terjadi dewasa ini! Lebih-lebih lagi, mereka-mereka ini tidak mengoreksi diri atau pandangan mereka sendiri yang salah, tetapi malah menyalahkan langit atas nasib
jelek mereka!

Pelajar kedua : Baik adalah baik dan jahat adalah jahat. Bagaimana mungkin orang keliru membedakannya ?

Liao Fan : Mendengar hal ini, GUru Jung Feng meminta mereka masing-masing mengutarakan pendapat tentang apa yang baik dan apa yang tidak baik.

Pelajar ketiga : Memaki dan memukul orang lain adalah hal yang tidak baik, menghormati dan memperlakukan orang lain dengan sopan adalah hal yang baik.

Guru Jung Feng : ….. tidak selalu.

Pelajar keempat : Menjadi tamak harta dan mengambil uang orang lain adalah hal yang salah, tidak tamak dan patuh dengan cara yang benar adalah hal yang baik.

Guru Jung Feng : ….. tidak selalu.

Liao Fan : Pelajar-pelajar lain semuanya mengutarakan pandangan mereka masing-masing mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik, tetapi Guru Jung Feng tetap menjawab …

Guru Jung Feng : ….. tidak selalu.

Liao Fan : Berhubung Guru Jung Feng tidak setuju dengan semua pandangan mereka tentang apa yang baik dan apa yang buruk, mereka memutuskan meminta pandangan GUru Jung Feng sendiri.

Para pelajar : Jadi sebenarnya apa yang baik dan apa yang sebenarnya yang tidak baik ?

Guru Jung Feng : Melakukan sesuatu dengan tujuan memberikan manfaat kepada orang lain adalah baik, melakukan sesuatu untuk keuntungan diri sendiri adalah tidak baik. Jika apa yang kita lakukan
adalah demi manfaat pada oranglain, maka tidak menjadi masalah apakah kita memaki atau memukulnya. Perbuatan itu masih dianggap baik. Jika tujuan kita adalah untuk keuntungan diri sendiri,
maka meskipun bersikap hormat dan sopan, perbuatan itu tetap dianggap tidak baik.

Karena itu, jika melakukan perbuatan baik dengan satu tujuan memberikan manfaat bagi orang lain, ini dianggap bermanfaat bagi masyarakat umum, dan jika manfaat itu adalah untuk masyarakat umum,
maka itu adalah kebaikan sejati. Jika hanya memikirkan diri sendiri sewaktu melakukan perbuatan baik maka itu dianggap hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan itulah yang disebut kebaikan semu.

Ketika kebaikan mekar dalam hati kita, itu adalah kebaikan sejati. Ketika kita melakukan perbuatan baik semata-mata untuk perbuatan baik itu sendiri, maka itu adalah kebaikan semu. Di samping itu,

Jika kita melakukan perbuatan baik dengan tujuan selain memberi manfaat bagi orang lain. maka itu adalah kebaikan semu. Mereka yang ingin melakukan kebaikan sejati, perlu merenungkan semua perbedaan ini.

sumber artikel: Kasih Dharma Peduli